Ketika orang bertanya alasan saya mengapa memilih departemen AGH, cukup membuat saya banyak berpikir dan sedikit bingung juga sejujurnya, karena banyaknya alasan yang ada untuk mendukung pemilihan saya terhadap departemen ini.

Jujur, sebenarnya departemen ini bukanlah pilihan pertama saya. Impian saya yang sesungguhnya adalah mejadi seorang dokter anak. Karena saya sangat menyukai anak kecil dan saya menyukai bidang kesehatan atau kedokteran. Saya merasa, banyak sekali ibu-ibu jaman sekarang yang memberi anaknya susu botol. Padahal, anak itu masih sangat kecil yang sangat membutuhkan ASI yang cukup, karena ASI sangat baik dan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Sayangnya, ketika saya kursus di salah satu bimbingan belajar ternama untuk SNMPTN, nilai saya setiap Try Out (TO) selalu kurang atau minus ratusan point untuk menembus Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Melihat kondisi tersebut, menurunlah kepercayaan diri saya. Akhirnya saya play it save, karena jika seandainya saya maksa, saya terlalu gambling besar-besaran, karena FK Unpad merupakan salah satu fakultas kedokteran terfavorit di Bandung, ditambah lagi saya mau mencoba menembus melalui jalur SNMPTN. Akhirnya, saya beranjak ke pilihan kedua saya, yaitu pertanian, dengan memilih Departemen Agronomi dan Hortikultura di Institut Pertanian Bogor. Mengapa IPB? Karena IPB adalah salah satu universitas pertanian terbaik di Indonesia.

Meskipun cukup kecewa dengan hasil TO-TO saya tersebut, saya merasa tidak ada masalah karena akhirnya keputusan terakhir saya, saya akan menekuni bidang pertanian saja. Ketika melihat pilihan yang ada di lembar formulir SNMPTN, saya melihat jurusan Agronomi dan Hortikultura. Ketika saya bertanya kepada guru bimbingan belajar saya, dia mengatakan bahwa jurusan itu kurang lebih mengenai budidaya sayur-sayuran dan buah-buahan. Kenapa akhirnya saya tertarik dan memilih Departemen AGH tersebut?

Saya pada dasarnya memang menyukai tanam-tanaman, terutama bunga-bungaan atau tanaman hias. Karena bagi saya, ketika saya sedang bad mood, kemudian saya melihat pemandangan bunga yang indah dan cantik tersusun rapi berwarna-warni, perasaan bad mood itu perlahan menjadi hilang dan saya lupa akan perasaan tersebut. Maka dari itu, saya ingin sekali memperdalam pengetahuan saya mengenai budidaya tanaman hias tersebut. Tidak hanya tanaman hias, saya juga menyukai sayur dan buah. Oleh karena itu, saya merasa jurusan ini cocok untuk saya pilih.

Akhirnya, dengan harapan saya untuk menambah wawasan saya mengenai pertanian dan suatu saat nanti dapat berkecimpung di dunia hortikultura dengan keberhasilan yang memuaskan, saya memilih Departemen Agronomi dan Hortikultura di Institut Pertanian Bogor.